Tampilkan postingan dengan label Dunia Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

AS bantah Iran tembak jatuh pesawatnya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY75vJ6sE1FJiEazPJu0tf-FKfFORg6b0mwMYJSpDwOAhyphenhyphenWKmKlFsO4wH7iKndvUQBiJYSKY-tlt9saxu_hSBl2IqP7VlYgCA16vB4l3g8Nsy911221KeQI0C3avWxKmkWZthj_5pdM7Y/s1600/1.jpg
 
Media Iran melaporkan pada hari Ahad menyatakan militer negara mereka telah menembak jatuh pesawat pengintai AS di Iran timur.  "Militer Iran telah menjatuhkan sebuah RQ-170 pesawat tak berawak Amerika di mengganggu Iran timur," kata media Arab Al Alam Iranmengutip sumber militer.Namun seorang pejabat AS mengatakan tidak ada indikasi pesawat itu ditembak jatuh. Misi pimpinan NATO di Afghanistan mengatakan laporan Iran bisa merujuk ke sebuah pesawat mata-mata AS bersenjata yang hilang di sana minggu lalu.
Insiden itu terjadi pada saat Teheran berusaha menahan kemarahan asing pada penyerbuan kedutaan Inggris pada Selasa, setelah London mengumumkan sanksi terhadap bank sentral Iran sehubungan dengan program pengayaan nuklir Iran.
Seorang pejabat AS, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan, "Sama sekali tidak ada indikasi sampai ke titik ini bahwa Iran menembak jatuh pesawat mata-mata."
Penyerbuan kedutaan Inggris menarik kecaman cepat dari seluruh dunia, membuatnya lebih mengisolasi Iran. Inggris mengevakuasi staf diplomatik dari Teheran dan mengusir diplomat Iran dari London sebagai pembalasan. Beberapa anggota Uni Eropa lainnya seperti Jerman, Perancis, dan Spanyol juga mengingat duta besar mereka di Teheran.

http://www.barnardmicrosystems.com/clip_image094.jpg

http://konspirasi.com/wp-content/uploads/2011/03/image-2426.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-gPmwR_r_dh6Oi9jF42q9pJ3YozSBwbEL7eyTK-lPY7iuOsjP9iCsaJAzuG2QY-ml3tpZUc08hicvViTlyhJzp1z7zQ3Mi3TlJv0nWHhPud5wKp7Nque9qU5OXJbzYhWJZrH3bPjgwQ/s1600/608x325.jpg

http://mahesya.files.wordpress.com/2011/01/pswt-tanpa-awak.jpg





sumber :http://id.berita.yahoo.com/tak-ada-indikasi-iran-tembak-jatuh-pesawat-pengintai-004527386.html

Abraham: Lebih Baik Saya Mati Berantas Korupsi !!

http://pontianak.tribunnews.com/foto/bank/images/KETUA-KPK-BARU.jpg
 
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru terpilih Abraham Samad kembali menegaskan sikapnya siap mati demi menjalankan tugas sebagai ketua KPK. Hal ini ditegaskan lagi alumni fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) ini saat bersilaturahmi di Kantor Komite Pemantau Legislatif (Kopel), Jl Batua Raya 9 No 3, Makassar, Minggu (4/12/2011).
"Lebih baik saya mati dalam memberantas koruptor, daripada mati di tempat tdur karena serangan jantung, saya akan dobrak kasus besar yang mengendap di KPK," kata Abraham.
Selama hampir dua jam di Kopel, penggiat Anti Corruption Committee (ACC) ini berdialog dengan sejumlah anggota Kopel, Pengamat Politik Unhas Dr Adi Suryadi Culla, Pengamat Komunikasi Politik Unhas Dr Hasrullah, Dewan Syuro KPPSI Sirajuddin, serta sejumlah anggota ormas dan LSM.

http://mapikor.files.wordpress.com/2011/01/tikut-duit.jpg
http://www.indiatalkies.com/images/corruption451771.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpwbbNwap1iO2NCy-bQXli793lGcdJ2zhNDJwgw2v4s5wTbvyYGA-HhX6zBqqDzXEjedP6ETykrMCedoe0_jo3vx9zYQsEcxgUjUGPOmsxbOfgt7eBnojOrog6viQT6fSHrYFmmcRspK74/s1600/Indonesia+anti+korupsi+copy.jpg






sumber :http://id.berita.yahoo.com/abraham-lebih-baik-saya-mati-berantas-korupsi-193150672.html

Sabtu, 03 Desember 2011

Israel Ketakutan, Lihat Perkembangan Mesir


JERUSALEM, � Panik dan dicekam ketakutan akan kemungkinan naiknya rezim anti-Israel di Mesir apabila Presiden Hosni Mubarak terguling, Israel memerintahkan para diplomatnya menggalang dukungan dunia untuk mempertahankan pemerintahan Mubarak.


Dalam laporan yang dimuat harian Hareetz di Israel, Senin (31/1), Kementerian Luar Negeri Israel disebut telah mengirimkan pesan kepada para diplomatnya di luar negeri untuk mengingatkan negara-negara tempat mereka bertugas bahwa mempertahankan stabilitas rezim di Mesir saat ini menjadi kepentingan Barat dan Timur Tengah.

�Untuk itu, kita harus membatasi kritik publik terhadap Presiden Hosni Mubarak,� demikian bunyi pesan diplomatik yang dikirim ke lebih dari selusin kedutaan besar Israel di Amerika Serikat, Kanada, Rusia, China, dan beberapa negara Eropa.

Saat dikonfirmasi oleh Agence France Presse, baik juru bicara Kemlu Israel maupun Kantor Perdana Menteri Israel menolak membenarkan atau menyangkal isi laporan Hareetz itu. Jika laporan tersebut benar, berarti Israel menjadi negara kedua setelah Arab Saudi yang mendukung Mubarak.


Israel hingga saat ini masih berusaha bersikap tenang dan menahan diri untuk tidak berkomentar tentang situasi memanas di Mesir. PM Benjamin Netanyahu, Minggu, memerintahkan para menterinya untuk tidak berkomentar soal Mesir secara terbuka.

Namun, di balik ketenangan sikap Israel itu tersimpan ketakutan yang sangat besar. Berita-berita utama koran di Israel, Minggu pagi, menyiratkan ketakutan itu dengan judul-judul, seperti �Langkah Mundur 30 Tahun�, �Yang Menakutkan Kita�, dan �Sendirian�.

Sejak menjadi negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1979, Mesir menjadi satu-satunya �sekutu� Israel di kawasan Timur Tengah.

�Mesir dan Israel punya kepentingan strategis yang sama. Untuk mengatakan mereka sekutu, sepertinya terlalu berlebihan. Namun, paling tidak, kedua negara itu tak saling berperang,� tutur Shlomo Avineri, pakar politik dari Hebrew University, Israel.

Avineri menambahkan, Mesir adalah negara kekuatan utama di dunia Arab. �Tidak ada negara (Arab) lain yang akan berperang (melawan Israel) tanpa melibatkan Mesir,� tutur dia.

Para pejabat pertahanan Israel pun dikabarkan mulai mempertimbangkan menggeser konsentrasi kekuatan militer mereka ke arah perbatasan Mesir di selatan.

Mesir, selain terikat perjanjian damai, membantu menekan Hamas di perbatasan Gaza, mendukung proses perdamaian Israel- Palestina, dan ikut menghalangi ambisi Iran, juga memasok 40 persen kebutuhan gas alam Israel.

Merusak perdamaian Mantan Duta Besar Israel untuk Mesir, Eli Shaked, mengatakan, jika rezim Mubarak betul-betul tumbang, siapa pun yang berkuasa di Mesir setelah itu akan merusak perdamaian Mesir-Israel. �Satu-satunya pihak yang mendukung perdamaian hanya orang-orang di lingkaran dalam Mubarak,� tulis Shaked dalam artikel di harian Yedioth Ahronoth.

Ketakutan utama Israel adalah apabila golongan Islam fundamentalis, seperti Ikhwanul Muslimin, berkuasa di Mesir pasca-Mubarak. �Dalam situasi kaos seperti ini, kelompok-kelompok seperti Ikhwanul Muslimin diuntungkan karena mereka paling terorganisasi dan memiliki tujuan pasti,� tutur pakar Timur Tengah dari Haifa University, Benjamin Miller.

Berbagai kalangan di Israel juga menyayangkan sikap Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin negara-negara Eropa yang seolah meninggalkan Mubarak di tengah krisis. Harian Ma�ariv memuat artikel berjudul �Paman Sam Menembak dari Belakang�.

Pejabat tinggi Israel, yang dikutip Hareetz, menyebut orang- orang Amerika dan Eropa terhanyut dalam opini publik dan tidak mempertimbangkan kepentingan Barat yang sejati.

�Meski bersikap kritis terhadap Mubarak, mereka harus membuat teman mereka merasa tidak ditinggal sendirian. Jordania dan Arab Saudi melihat bagaimana semua orang (di Barat) meninggalkan Mubarak dan itu akan menimbulkan implikasi serius,� tutur pejabat tersebut.


-Kompas.com






sumber :http://mahesya.wordpress.com/2011/01/31/israel-ketakutan-lihat-perkembangan-mesir/

Senin, 28 November 2011

inilah Jatah Duit APBN buat PARTAI POLITIK



http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110512_083320_nazarudin.jpg


Setiap partai politik yang lolos ke parlemen mendapat jatah dana bantuan keuangan dari APBN sebagai salah satu sumber pendanaan mereka. Berapa jatah duit APBN untuk 9 parpol yang kini duduk di DPR?

Anggota VI Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Rizal Djalil, menjelaskan 9 parpol di DPR mendapat total Rp 9,1 miliar per tahun dari dana APBN.

"Formulasi subsidi negara Rp 108 per suara," kata Rizal dalam Seminar Nasional Akuntabilitas Dana Politik di Indonesia: Kini dan Esok' di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (28/11/2011).

Berikut jatah masing-masing 9 parpol berdasar jumlah suara yang diraih dalam pemilu. Data ini merupakan realisasi bantuan keuangan parpol pada tahun anggaran 2010:


1. Partai Demokrat Rp 2.338.771.860 (21.655.295 suara/148 kursi)

2. Partai Golongan Karya Rp 1.623.401.676 (15.031.497 suara/106 kursi)

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rp 1.574.249.904 (14.576.388 suara/94 kursi)

4. Partai Keadilan Sejahtera Rp 886.134.168 (8.204.946 suara/57 kursi)

5. Partai Amanat Nasional Rp 677.533.896 (6.273.462 suara/46 kursi)

6. Partai Persatuan Pembangunan Rp 598.787.856 (5.554.332 suara/38 kursi)

7. Partai Kebangkitan Bangsa Rp 555.800.616 (5.146.302 suara/28 kursi)

8. Partai Gerakan Indonesia Raya Rp 501.421.860 (4.642.795 suara/26 kursi)

9. Partai Hati Nurani Rakyat Rp 423.966.960 (3.925.620 suara/17 suara)

Jumlah total APBN per tahun untuk parpol Rp 9.180.068.796

(lrn/nik)







sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/11/28/161615/1777397/10/demokrat-dapat-jatah-duit-apbn-rp-23-m-golkar-rp-16-m?991101mainnews

Minggu, 27 November 2011

Abraham: Pimpinan KPK Sekarang Pemain Sinetron !!

 http://image.tempointeraktif.com/?id=88059&width=475
 http://image.tempointeraktif.com/?id=88057&width=475
 Calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengkritik cara kerja pimpinan KPK sekarang."Pimpinan KPK tidak boleh tampil di televisi, harus diam. Itu bukan pimpinan tapi pemain sinetron," kata Abraham dalam fit and proper test capim KPK di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/11/2011).
Ia mengambil contoh pernyataan Ketua KPK Busyro Muqoddas. Dalam berbagai kesempatan, Busyro sering mengumbar perkembangan kasus seperti penetapan tersangka baru.
"Bicara di televisi, nanti akan ada tersangka baru. Ini tidak benar. Fungsi-fungsi intelijen itu silent operation. Tidak perlu populer tapi tindakannya yang populer," ucapnya.
Sebagaimana diberitakan, Komisi III DPR sedang menggelar proses pemilihan capim KPK. Fit and proper test dilaksanakan pada 28 November 2011 dan direncanakan kelar pada 2 Desember 2011.
Delapan capim KPK berdasarkan peringkat adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja dan Aryanto Sutadi.

 http://www.mediaindonesia.com/public/gallery/large/2011_11_21_11_30_12_zabraham3B.jpg
 
http://i.okezone.com/content/2011/11/21/339/532031/e486FhLknt.jpg

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1798838.jpg 







sumber :http://nasional.inilah.com/read/detail/1801426/abraham-pimpinan-kpk-sekarang-pemain-sinetron

Wow! Pengeluaran Parpol Per 2010 Sebesar Rp 300 T



http://www.presidenku.com/wp-content/uploads/2009/02/sby_demokrat.jpg



- Belanja partai politik benar-benar jomplang dari pemasukan sah yang diterima. Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat dalam kurun waktu 2007-2010 pengeluaran parpol sebesar Rp 300 triliun.

Padahal, pemasukan parpol dari APBN hanya Rp 9,1 miliar. Sementara UU Parpol membatasi sumbangan dari perseorangan maksimal Rp 1 miliar dan dari badan usaha maksimal Rp 7,5 miliar per satu tahun anggaran.

"Rp 300 triliun itu laporan per 31 Desember 2010. Ini kan irasional," kata anggota VI BPK, Rizal Djalil, dalam Seminar Nasional Akuntabilitas Dana Politik di Indonesia: Kini dan Esok' di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (28/11/2011).

Pengeluaran Rp 300 triliun itu, kata Rizal, salah satunya diperoleh dari 'bocoran' pos dana Bantuan Sosial para kepala daerah incumbent yang ingin maju dalam Pilkada. Dia tidak memungkiri pihak yang berkuasa cenderung memanfaatkan APBN itu untuk kepentingan politiknya.

"Orang yang sedang berkuasa bisa dengan leluasa mendesain dana APBN untuk kepentingan politiknya," kata Rizal.

Demi transparansi, Rizal menyarankan, sebaiknya pembatasan sumbangan parpol tidak dibatasi.

"Ini agar parpol tidak berpura-pura dan memakai topeng, tetapi mencari ruang-ruang gelap di balik media," usulnya.

Mantan anggota DPR ini menilai, sumbangan swasta sebaiknya tidak dibatasi. Sistem dan mekanisme internal parpol, menurutnya, akan dengan sendirinya resisten terhadap pengaturan tersebut.

"Zaman sekarang nggak mungkinlah ngasih uang, lantas orangnya bisa mengatur," kata dia.

Dari kondisi yang ada, BPK mengusulkan beberapa poin. Pertama, sumbangan perorangan/swasta tidak dibatasi. Kedua, tetap dibatasi, tetapi parpol diizinkan berbisnis misalnya dengan mendirikan badan usaha sebagaimana UMNO di Malaysia.

"Atau seperti sekarang, tetap memanfaatkan dana tidak resmi, ya dari proyek, hibah dan bansos," ujarnya.

(lrn/gun)




sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/11/28/113619/1777022/10/wow-pengeluaran-parpol-per-2010-sebesar-rp-300-t?9922022

Jumat, 25 November 2011

Senjata yang terkokang di Tahrir Square !!

Tentara Mesir mengarahkan senjata ke pendemo di Tahrir Square. Rezim militer dianggap lebih kejam.

http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/MG2XivBSyhbiqzz9g6YyWg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MTk7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/880326ae67fa671aff0e6a706700c926.jpg 

Rakyat Mesir berkumpul lagi di Lapangan Tahrir. Jika dulu mereka meminta Presiden Mubarak mundur, kali ini mereka meminta rezim militer Mesir, yang dituduh lebih kejam dari Mubarak, untuk mundur. Rezim militer, sampai sekarang, masih menolak.

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/u0QPQYIqSE8gI44CX6yV1A--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MDA7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/0360451d52f84d1aff0e6a706700d930.jpg

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/sgGhgb8dNRcfl31Qwz3ZVQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MTM7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/5c52f46567fd671aff0e6a7067009c89.jpg

 

http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/pjb5UqLDfW029hVHBOeF6A--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MTU7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/a3aed2ee67d0671aff0e6a706700cfc2.jpg

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/YDCvuBMZnGDj1MdWHrmo9g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MjA7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/76a1310067bb661aff0e6a7067006534.jpg

http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/KjS8JoP.V7PLRccqZypvjQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMTg7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AL10ZT00_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/nmT5wtpSD76Uie1C1skIJA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yOTk7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AM0T3W00_RTROPTP_2_EGYPT.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/XFU5kevbQkzzA.maJlf4SQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yODU7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AM0T0H00_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/hJfV64gxpvEuqyUC72KsZw--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yODQ7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AM0T0G00_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/5cq3EdkbfCaPhHKKX21XQg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMDY7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AM0T0I00_RTROPTP_2_EGYPT.JPG

http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/LmgXVF2DuCA5LwxD35bVMA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yODc7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T180613Z_2_BTRE7AM11IF00_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/vcTWPbKYrGVAAawGPKBKpg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNzU7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AM0T0F00_RTROPTP_2_EGYPT.JPG

http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/eXPowr3adFyKaZDNC3Hg0g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMDk7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T180613Z_2_BTRE7AM15O100_RTROPTP_2_EGYPT.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/9_ZxUawsNbPCgrtqS8Oeeg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMzU7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_5_BTRE7AM11K100_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/zX1fVYdpUsq2LpnK2wMvhg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMDY7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T182939Z_4_BTRE7AM1BA500_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/.Ut85Cjvg3A2FGIiwAlJXQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yOTk7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T180613Z_4_BTRE7AL1QBN00_RTROPTP_2_EGYPT.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/Bywxs8Dbu1cshMTSizD..A--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MzM7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/58106cca52f54d1aff0e6a7067006ab1.jpg

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/1tt2BZHZbO.kLlz9Fu2ghw--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00Mjg7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/9c46aafd69676e1aff0e6a706700ca12.jpg

http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/rIedwAN6AJF7ED_LcMmbYA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNjg7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2011-11-24T190752Z_1_BTRE7AN14DB00_RTROPTP_2_EGYPT-PROTESTS.JPG

http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/BJQ136nCcoAPjIvqvifKZg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMzM7cT04NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/en_sg/News/AFP/photo_1322070923579-5-0.jpg

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/sgqfSwku93L4OvVyXGpYPA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MjY7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/d98b832f69586e1aff0e6a7067003ca1.jpg

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/e06jLAvsTauXWzZx2ImynQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00NDI7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/532e25d069586e1aff0e6a706700465b.jpg

http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/r5jeulObNi47Zv_q7k7vAA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MjA7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/11b1fc0167be661aff0e6a7067004b69.jpg

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/CfPJmRbUFrKdHSVKky9wUQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MjA7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/ap_webfeeds/26ef57bf681a681aff0e6a70670032c2.jpg





sumber :http://id.berita.yahoo.com/foto/mereka-yang-meminta-rezim-militer-mesir-mundur-1322196875-slideshow/